Usai ISG di Palembang, Formasi Ideal Timnas U-23 Diharapkan Muncul

Facebook
twitter facebook

Keikutsertaan tim nasional (timnas) U-23 di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang, 22 Sepember – 1 Oktober mendatang, diharapkan memberi dampak besar. Dimana selepas mengikuti ajang tersebut, formasi ideal tim Garuda Muda diharapkan sudah dikantongi.

Tergabung dalam Grup B bersama Irak, Kuwait, dan Libya, bisa dipastikan langkah timnas U-23 tidak mudah. Dan kondisi tersebut juga diakui asisten pelatih timnas U-23, Yeyen Tumena, melihat peluang anak-anak asuhnya di ajang tersebut.

Akan tetapi, ada misi khusus yang sangat diharapkan tim kepelatihan timnas U-23 selepas mengikuti ajang tersebut. Yeyen menuturkan, selepas ambil bagian di ajang yang diikuti oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI), formasi ideal bisa sesegara mungkin dikantongi.




“Targetnya sebenarnya adalah, sudah bisa temukan formasi apa yang kami dapat setelah ISG. Tapi harapannya, setelah di ISG kami bisa lihat beberapa potensi lagi,” papar Yeyen di Jakarta, Rabu (4/9).

Yeyen yang juga mantan punggawa timnas Indonesia di era 1990 tersebut memaparkan, jika tim kepelatihan timnas U-23 juga berharap munculnya potensi-potensi baru selepas ISG. Dimana memang sampai saat ini, tim Garuda Muda masih disibukan dengan belum maksimalnya lini belakang dan depan timnas U-23.

“Kami tentu saja sangat berharap, setelah mengikuti ajang ISG ini kami bisa lihat beberapa potensi baru. Demi mengatasi beberapa kekuarangan yang masih ada di skuad timnas U-23 tersebut,” tutup Yeyen.

Tidak Ideal Untuk Timnas U-23

Ajang Islamic Solidary Games (ISG) 2013 di Palembang 22 September – 1 Oktober mendatang, dinilai kurang ideal bagi tim nasional (timnas) U-23. Tidak idealnya ajang tersebut bagi tim Garuda Muda, lebih dikarenakan waktu penyelenggaraannya yang sangat mempet dengan akhir kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013.

“ISG itu memang tidak ideal sebenarnya. Karena pemain-pemain yang ikut kompetisi baru selesai main tanggal 15 September. Sementara timnas U-23, langsung menjalani laga perdana di ISG pada tanggal 17 September kontra Kuwait,” ungkap asisten pelatih timnas U-23, Yeyen Tumena, di Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Walaupun ISG dinilai tidak ideal bagi timnas U-23, Yeyen tidak mau menggap hal tersebut sebagai halangan. Apalagi, tetap ada pemain-pemain yang bisa berkumpul lebih dulu, selain pemain-pemain yang bisa bergabung pada tanggal 15 September. Diperkirakan, ada 11 pemain yang akan bergabung lebih dulu.

“Tapi ada beberapa pemain yang sudah datang duluan bersama saya kurang lebih 11 pemain. Yang tidak main di ISL, itu yang pasti datang lebih dulu. Pemain-pemain ini diberikan izin oleh klubnya masing-masing, karena klubnya sendiri sudah tidak terpengaruh di ISL,” jelas Yeyen, yang juga mantan pemain timnas Indonesia.

Yeyen sendiri menjelaskan, tim kepelatihan tim Garuda Muda telah mendaftarkan sekitar 30 pemain untuk ambil bagian di ajang ISG. Namun, dari 30 pemain yang akan didaftarkan, hanya ada 24 pemain yang akan ambil bagian di ajang negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) tersebut.

“Kami sudah ada nama-namanya. Tapi tidak elok saya yang sampaikan hal tersebut. Kami daftarkan 30 pemain sejauh ini dan yang bermain di ISG ada 24 pemain. Setelah berlaga di ajang ISG,  kami akan menggelar Pelatihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang,” sambung Yeyen.

[sumber: okezone.com]

Dunia Liga Indonesia Facebook Dunia Liga Indonesia Twitter

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>